Kamis, 17 Mei 2012

Aliran Sastra Ekspresionisme


ALIRAN SASTRA
EKSPRESIONISME

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok
mata kuliah Aliran Sastra


Dosen Pengampu:
Fathin Masyhud, Lc. MHI

Disusun Oleh:
                        Indri Andriani : A81209092

FAKULTAS ADAB
BAHASA DAN SASTRA ARAB
INSTITUD AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2012



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Karya sastra sebagai karya seni tidak akan terlepas dari pengaruh aliran yang melatarbelakangi lahirnya karya tersebut. Menurut Korrie Layun Rampan, aliran sastra dapat diartikan sebagai hasil ekspresi para sastrawan yang meyakini bahwa jenis sastra yang mereka ciptakan itulah hasil sastra yang cocok pada zamannya.
Aliran sastra berasal dari kata Stroming (bahasa Belanda) yang mulai muncul di Indonesia pada zaman pujangga baru. Kata itu bermakna keyakinan yang dianut golongan-golongan pengarang yang sepaham, ditimbulkan karena menentang paham-paham lama.
Aliran sastra pada dasarnya berupaya menggambarkan prinsip (pandangan hidup, politik, dll) yang dianut sastrawan dalam menghasilkan karya sastra. Dengan kata lain, aliran sangat erat hubungannya dengan sikap/jiwa pengarang dan objek yang dikemukakan dalam karangannya.
Pada prinsipnya, aliran sastra dibedakan menjadi dua bagian besar, yakni (1) Idealisme, dan (2) Materialisme. Aliran Idealisme dapat dibagi menjadi (a) Romantisme, (b) Simbolik, (c) Mistisme, dan (d) Surealisme. Sedangkan Materialisme dibagi menjadi (a) Realisme, (b) Naturalisme, (c) Impresiolisme, (d) Ekspresionisme.
Pada makalah ini, kami akan membahas tentang Ekspresionisme, yaitu aliran kesusastraan yang memusatkan perhatian pada apa yang terjadi dalam batin pengarang, dan mengekspresikan apa yang bergejolak dalam jiwanya dan apa yang dilihatnya.

1.2          Tujuan Makalah
a.       Mengetahui devinisi aliran Ekspresionisme
b.      Mengetahui sejarah munculnya aliran ekspresionisme
c.       Mengetahui contoh karya aliran ekspresionisme

BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Pengertian Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme adalah aliran dalam karya seni, yang mementingkan curahan batin atau curahan jiwa dan tidak mementingkan peristiwa-peristiwa atau kejadiankejadian yang nyata. Ekspresi batin yang keras dan meledak-ledak. biasa dianggap sebagai pernyataan atau sikap pengarang. Aliran ini mula-mula berkembang di Jerman sebelum Perang Dunia I, Pengarang Indonesia yang dianggap ekspresionis ialah Chairil Anwar.
                        Aliran Ekspresionisme juga terdapat pada karya sastra, dan seni (film, arsitektur, music). Dalam aliran seni ekspresionisme diartikan sebagai aliran seni yang melukiskan perasaan dan pengindraan batin yang timbul dari pengalaman di luar yang diterima, tidak saja oleh pancaindra melainkan juga oleh jiwa seseorang.
Dalam kesusastraan aliran ini lebih dikenal sebagai aliran yang mendasarkan pada ajaran-ajaran filsafat eksistensialisme. Antara lain, bahwa hakikat manusia berbeda dengan alam. Manusia terus melakukan pembaharuan terhadap dirinya. Aliran ini terkenal di Prancis yang dipelopori oleh John Bole. S, yang menegaskan pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang bebas, karna ia tidak didikat oleh aturan-aturan yang menghalangi kebebasannya. Pada akhirnya aliran aliran ini memunculkan eksprasi subyektivitas manusia, dan hak-haknya yang bebas dan berpikir sebagaimana yang disukai.[1]
                   
2.2          Sejarah Munculnya aliran Ekspresionisme
Asal muasal istilah Ekspresionisme tidak merujuk pada pergerakan tertentu, istilah tersebut digunakan oleh Herwald Walden dalam majalahnya Derstum tahun 1912. Istilah ini biasa di hubungkan dengan karya lukis dan grafis Jerman pada pertengahan abad. Kemudian seorang filsuf yang bernama Friedrich Nietzsche menciptakan Ekspresionisme modern dengan mengaitkan aliran seni kuno yang dulunya diacuhkan. Aliran ekspresionisme dapat menggugah emosi penonton melalui drama atau suara serta ketakutan melalui gambar yang ditampilakan.  Kemudian aliran tersebut dipopulerkan oleh Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt, Emile Nolde, JJ. Kandinsky dan Paul Klee. Di Indonesia penganut ini adalah : Affandi, Zaini dan Popo Iskandar.
Berikut nama-nama Tokoh-Tokoh yang menganut aliran Ekspresionisme :
§  AustriaEgon Schiele dan Oskar Kokoschka
§  RussiaWassily Kandinsky dan Alexei Jawlensky
§  PerancisGen Paul dan Chaim Soutine
§  NorwegiaEdvard Munch
§  SwissCarl Eugen Keel
§  IndonesiaAffandi, Zaini, Popo Iskandar, dan Chairil Anwar
2.3   Contoh Ekspresionime
Salah satu syi’ir Abu Nawas merupakan contoh dari aliran ini. Dia mengisahkan perbuatannya dalam kehidupan gelap, yaitu kehidupan yang penuh kenikmatan karna selalu dihidangkan minuman khamer. Potongan sya’irnya berbunyi:

الا فاسقني خمرا وقل لي هي الخمر # ولا تسقني سرا ادا أمكن الجهر
أثني على الخمر بالائها # وسمها أحسن أسمائها
لاتجعل الماء لها قاهرا # ولا تسلطها على مائها

Tuangkan untukku secangkir khamer
Dan katakan padaku
Bahwa itu adalah khamer
Jangan kamu tuangkan dengan bersembunyi
Bila kamu dapat berbuat dengan berterus terang
Pujalah khamer
Dengan segala keagungannya
Dan sebutlah dia
Dengan sebaik-baik sebutan
Jangan kamu jadikan air
Bisa mengalahkan khamer
Dan jangan kamu menyalahkan khamer
Melebihi derajat airnya

Contoh lain dari ekspresionisme adalah puisi karangan khairil Anwar yang berjudul “Do’a” yang berbunyi:
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling


BAB III
KESMPULAN

Ekspresionisme yaitu aliran yang mengutamakan kebebasan untuk mencurahkan emosi atau perasaan. Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan juga di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia
            Penganut paham ekspresionisme memiliki dalil bahwa “ Art is an axpresionisme of human feeling” atau seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Aliran ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seseorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.











DAFTAR PUSTAKA

Muzakki Akhmad. 2011.  Pengantar Teori Sastra Arab. Malang; Uin Maliki   Press.

Kamil Sukron. 2009. Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Moderen. Jakarta: Rajawali Press.

Eka. 2009. Aliran dalam seni lukis. Jurnala Ilmu Pendidkan. (Online), (http://eka.web.id/aliran-dalam-seni-lukis.html)
Suyoto, Agus. Aliran Sastra. (Online) (agsuyoto.files.wordpress.com/.../aliran-aliran-dalam-karya-sastra.ppt)




[1] M. Abd al mun’im Khafaji, 1987:65

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar