Kamis, 17 Mei 2012

PUISI LAMA



Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

A. PENGERTIAN PUISI LAMA
1. Pengertian:
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
Jumlah kata dalam 1 baris
Jumlah baris dalam 1 bait
Persajakan (rima)
Banyak suku kata tiap baris
Irama

2. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima

3. Contoh Puisi LAMA:
Saat di meja makan pertama:
muncul seribu bayangan duka
banyak yang berlalu, pagi itu
orang masih mabuk dengan impiannya
Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-harga
Bukan itu yang disebut perubahan!
“dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam?”
Saat di meja makan kedua :
kesepian menekan tiba-tiba
ada jerit dari lorong tak bertepi
maka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwa
bukan pengembaraan, bukan petualangan
:meneruskan yang sudah ada
padahal hidup berjalan ke depan


B. MACAM_MACAM PUISI LAMA:
1. MANTRA
Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.

Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Ciri-cirinya:
Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
Bersifat lisan, sakti atau magis
Adanya perulangan
Metafora merupakan unsur penting
Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.


2.  Bidal

3. Pantun
 adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.
CIRI – CIRI PANTUN :
1. Setiap bait terdiri 4 baris
2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
4. Bersajak a – b – a – b
5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
6. Berasal dari Melayu (Indonesia)
Contoh :
Ada  pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)

4. Seloka
Adalah pantun berkait
Ciri-ciri seloka
Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

Contoh:
   Lurus jalan kepaya kumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Dimana hati ta’kan rusuh
Ibu mati bapak berjalan

5.GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM:
a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India)
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat.
Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

6.Syair
Adalah  puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).

Cirri-ciri:
1.     Tiap bait terdiri dari 4 larik
2.     Jumlah suku kata setiap larik 8-12 suku kata
3.     Berirama a a a a, sempurna atau tidak sempurna
4.     Ke4 larik kalimatnya mempunyai perhubungan arti
5.     Isinya nasihat, dongeng atau cerita
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipinpin sang raja nan bijaksana (a)

7.    Masnawi
Adalah jenis puisi melayu lama yang berasal dari arab-parsi. Puisi ini berisi puji-pujian tentang tingkah laku seseorang yang mulia.
Cirri-ciri:
1.     Jumlah larik dan barisnya tergolong bebas
2.     Skema rima berpasangan (aa,bb,cc,…)
3.     Memuji-muji orang
Contoh:

UMAR
Umar yang adil dengan perinya
Nyatalahpunadil sama sendirinya
Dengan adil itu anaknya dibunuh
Itulah adalat yang benar dan sungguh
Dengan bedah antara isi alam
Ialah yang besar pada siang dan malam
Lagipun yang menjauhkan segala syar
Imamu’ilhak didalam kandang mahsyar
Barang yang hak tat’ala katakana begitu
Maka katanya sebenar begitu

8.    Ruba’i
Yaitu puisi lama yang terdiri dari 4 baris sebait (sama dengan kuatrin). Skema persajakannya adalah a a b a dan berisi tentang nasihat, puji-pujian atau kasih saying.
Contoh:
Subhanallah apa segala hal manusia
Yang tubuhnya jadi tanah jadi duli yang sia
Tanah ini kujadikan tubuhnya kemudian
Yang ada dahulu ada padanya terlalu mulia


9.    Khit’ah
Yaitu puisi lama yang terdiri dari 5 baris sebait (sama dengan quin)
Contoh:
Jikalau kulihat dalam tanah pada ihwal sekalian ihsan
Tiada kudapat bedakan pada antara rakyat dan sultan
Fan juga sekalian yang ada, dengarkan yang Allah selalu berfirman
Kullu man’alaihaa fanin, yaitu,
Barang siapa yang ada di dalam bumi itu fana juga


10.  Gazal
Yaitu puisi lama yang terdiri dari delapan baris sebait (sama dengan stanza atau oktaf)
Contoh:

kekasihku seperti senyawa pun adalah terkasih, termulia juga
dan nyawa 1000 tahun lamanya pun hidup ada sia-sia juga
hanya jika pada nyawa itu hamper denngan sedia suka juga
dan menghilangkan cintanya pun itu kekasihku yang setia juga


11. Nazam

Yaitu puisi lama yang terdiri dari 12 baris sebait
Contoh:
Sukar hendak menyelami
Perasaaan dan hati wanita
Sama seperti sulitnya
Memahami bahasa ombak
Berdiri ditepi pantai
Aku terpesona oleh keindahan laut
Tupan bayu serta
Lambaian pohon-pohon kelapa
Namun menatap wajah wanita
Aku tergoda oleh senyumannya
Yang menyalakan rindu
Seperti terdapat banyak wanita
Maka begitulah pula
Ada ramai lelaki
Namun ketiadaan wanita
Mampu menukarkan dunia
Menjadi sebuah padang sepi
Yang kosong dan bisu
Terimakasih wanita
Tanpamu
Aku tak akan lahir kedunia ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar