Kamis, 17 Mei 2012

Tips Untuk Menjaga Stamina Menulis Agar karya lebih berbobot



  1. Jangan pernah ada kata “mood”
Ketika penulis ingin menjadi penulis jangan pernah manjadikan “mood” sebagai alasan Anda menulis, kuasai “mood” Anda jangan malah dikuasai “mood” Anda sendiri, karena Anda tidak akan bisa jadi penulis jika Anda hanya bergantung pada “mood”.

2. Membaca yang banyak dan berkualitas.

Dengan cara ini akan banyak memberikan kita kosa kata sehingga kita memiliki perbendaharaan kata-kata. Bacalah buku-buku yang berkualitas jangan membeli  buku yang menyempitkan pemikiran dan wawasan Anda (semacam buku-buku lelucon), selain membuang uang Anda hanya akan membaca aib penulis atau hiburan disana bukan ilmu. Bacalah buku seperti sastra melayu karena banyak variasi kata dan-kata  kata lama yang sudah jarang dipakai saat ini, buku itu juga memiliki banyak variasi kata sehingga membuat kita kaya akan kata-kata.

3. Berpikir lebih dalam

Seorang profesional/ahli  selalu melihat segala sesuatu yang ada dihadapannya secara mendalam, dia tidak hanya melihat sesuatu dihadapnnya  sekilas lalu melintas, ia akan begitu detail dalam memperhatikan segala sesuatu yang menjadi keahlian dan minatnya. Misalnya saja designer, mereka tak hanya melihat baliho, spanduk atau poster  dari penampakan  luar saja dan berlalu tapi dia akan lebih fokus memperhatikan pola design, warna, layout, letak gambar dsb. Begitu juga penulis, dia tidak serta merta hanya membaca  dan menemukan isi dari tulisan tapi akan memperhatikan lebih dari itu, dia akan menganalis hal-hal yang berhubungan dengan tulisan, misalnya bagaimana tata bahasanya, gaya kepenulisannya, peletakkan tanda baca, pemenggalan kalimat, EYD, dll.

4. Menajamkan insting

Seorang penulis dia akan tahu bagaimana harus menajamkan insting, secara alamiah naluri ini akan ada seiring waktu dan banyaknya ia berlatih menulis.

5. Menyetok ide

Sebagai manusia kita sering lupa jika tidak segera dituangkan dalam catatan. Maka segera tulislah apa yang terlintas dalam pikiran Anda jangan pernah ditunda-tunda, Anda bisa menulisnya di ponsel, bloknote, atau apa saja yang bisa digunakan untuk menulis. Saran salah satu penulis juga, kalau tidak ada alat tulis, ceritakan ide Anda pada orang yang sedang bersama Anda, kemungkinan Anda bisa sambil mendiskusikannya juga bisa menjadikannya pengingat akan ide-ide Anda. Simpanlah ide-ide Anda karena suatu saat Anda akan memerlukannya.

6. Mendiskusikan buku-buku yang dibaca

Membaca yang baik adalah ketika selesai membaca kemudian mendiskusikannya dengan orang lain,baik itu kekurangan maupun kelebihan buku tersebut. Anda bisa diskusi sahabat Anda atau dengan orang yang juga telah membaca buku tersebut, ada baiknya lagi Anda mendiskusikannya dengan orang yang ahli dibidangnya. Fokuslah pada buku yang Anda minati dan Anda kuasai.

7. Membangun habit (kebiasaan)

Biasakan menulis kapanpun dan dimanapun Anda berada. Bawalah selalu alat tulis sehingga memudahkan Anda untuk menuliskan apa-apa yang terlintas dalam pikiran Anda, biasakan hal ini maka Anda pun terbiasa untuk menulis.

8. Adaptasi yang bagus

Terkadang banyak orang memiliki masalah dalam adaptasi,  sehingga dia tidak bisa konsentrasi menulis ketikan kondisi disekitarnya tidak memungkinkannya menulis. Maka seorang penulis wajib beradaptasi dengan lingkungan agar dia tetap bisa menulis, sehingga dia bisa menulis kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun.

9. Mencoba hal-hal yang baru
Ada kalanya kita bosan menulis tulisan jenis tertentu, maka perlu adanya perubahan gaya  dan jenis kepenulisan, misalnya kita bosan menulis opini maka kita bisa beralih menulis cerpen, essay, feature, berita atau jenis yang lain sehingga tidak ada kebosanan untuk terus menulis.

10. Arsip dan apresiasi

Setiap tulisan yang kita buat ada bagusnya disimpan dalam folder tertentu, sehingga suatu hari kita bisa melihat bagaimana peningkatan kita dalam menulis  (mengukur kemampuan kita) dan kita juga bisa mengkritik tulisan kita sendiri sehingga akan lebih baik lagi ke depannya.

Setiap manusia pasti ada keinginan untuk dihargai, dia pasti ingin ada yang mengapresiasi karyanya, maka untuk itu Anda perlu menerbitkan karyanya sehingga bisa dibaca oleh banyak orang. Selain Anda akan mendapat apresiasi, Anda juga akan bisa mengukur kemampuannya dengan adanya kritik dan masukan dari pembaca. Dan yang paling terpenting adalah apa yang menjadi pesan dari tulisan kita bisa sampai pada pembaca.

Ada tiga jenis karya tulisan
  1. Ada jenis penulis “pengrajin kata”, tapi lemah isi. Daya analisinya kurang bagus namun dia bisa memaparkan tulisan dengan gaya bahasa yang menarik serta membuat penulis merasa nyaman membacanya tapi sayangnya tulisnnya kurang bermutu.
  2. Bagus analisisnya tapi membosankan, ini diakibatkan karena ia tidak memiliki perbendaharaan kata-kata dan teknik menulis yang menarik. Terkadang isi tulisannya terlalu banyak teori atau data, sehingga membuat bosan pembaca.
  3. Isi dan bahasanya seimbang. Inilah tulisan yang membuat pembaca tidak hanya menikmati tulisan tapi juga mendapatkan isi yang berkualitas.
Berbobot secara isi
  1. Menulis apa yang kita tahu, menulislah apa yang kita kuasai, jangan menulis sesuatu yang bukan bidang kita.
  2. Jangan mengikut pakar, kebiasaan orang Indonesia selalu merujuk pada pakar. Misalnya pakar politik, pakar ekonomi dll. Seperti halnya kepenulisan skripsi, maka lengkapilah data Anda dengan merujuk pada karya “pakar” nya misalnya dia penulis thesis, desertasi, atau jurnal apa yang telah menjadi karyanya.
*Karya terbaik adalah yang dibaca dan dipahami banyak orang untuk itu aksi dan teori harus balance (seimbang). Artinya ketika menulis jangan hanya asal menulis dan mengungkapkan ide kita berupa susunan kata-kata saja tapi kita juga harus tahu teorinya menulis sehingga tulisan kita tidak hanya layak dibaca tapi juga bisa dibaca oleh masyarakat umum.
Agar karya tulisan kita diminati dan dinimkmati para pembaca perlu adanya penyederhanaan tulisan. Terkadang  ada buku-buku atau tulisan yang “berat isi dan kata-katanya”  maka cara menyederhanakan tulisan adalah:

  1. Sederhanalah
  2. Cari sinonim
  3. Perhatikan efek katanya
  4. Kreatif bagus tapi perhatikan pembaca

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar